Implementasi Problem Based Learning Bermuatan Ngaha Aina Ngoho untuk Meningkatkan Kesadaran Pelestarian Alam Pembelajaran IPAS
DOI:
https://doi.org/10.28926/riset_konseptual.v10i2.1451Keywords:
Problem Based Learning, Ngaha Aina Ngoho, IPAS, Kelestarian Alam , Fenomenologi-etnografiAbstract
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Problem Based Learning (PBL) yang bermuatan nilai budaya Ngaha Aina Ngoho dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada siswa sekolah dasar di Kabupaten Bima, serta menganalisis kontribusinya terhadap peningkatan kesadaran pelestarian alam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan fenomenologi-etnografi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan catatan lapangan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, serta tahapan fenomenologis menurut Moustakas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PBL bermuatan Ngaha Aina Ngoho mampu menumbuhkan sikap kerja keras, tanggung jawab, gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan. Siswa menunjukkan peningkatan pemahaman tentang dampak kerusakan lingkungan dan solusi pelestarian alam. Nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Bima memperkuat internalisasi karakter ekologis dalam pembelajaran IPAS. Dengan demikian, integrasi PBL dan nilai Ngaha Aina Ngoho terbukti efektif sebagai pendekatan pendidikan lingkungan berbasis budaya lokal.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan: Riset dan Konseptual

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

