Analisis Bahan Ajar Cetak Tematik Integratif Menggunakan Metode PQ4R Sebagai Pola Alur Cerita Komik Edukasi

Main Article Content

Sukeipah Yuli Prihatin

Abstract

Konsep pembelajaran tematik integratif bertujuan untuk memudahkan siswa dapat memahami keterkaitan satu mata pelajaran dengan yang lain sebagai bentuk penyelesaian kehidupan sehari-hari yang tidak lepas dengan teori dan praktik. Sehingga pengembangan bahan ajar menjadi komik edukasi diperlukan adanya susunan alur cerita anak sebagai narasi untuk untuk dapat menarik keterlibatan dan pemahaman siswa. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana analisa pengembangan bahan ajar tematik integratif sebagai pola alur cerita komik edukasi dengan menggunakan strategi pembelajaran metode PQ4R yang terdiri dari 6 tahap pembelajaran (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Prosedur penelitian yang dilaksanakan antara lain: merumuskan fokus penelitian, mengumpulkan data, menganalisis data, merumuskan hasil studi, serta menyusun rekomendasi untuk menetapkan keputusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola alur cerita yang disusun dari materi bahan ajar tematik integratif Tema 1 Perkembangbiakan Hewan dan Tumbuhan Kelas 3 SD Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika menggunakan metode PQ4R adalah pola alur cerita linear yang terdiri dari 3 bagian, yakni: Permulaan membahas mata pelajaran Bahasa Indonesia, serta Pertengahan dan Akhiran membahas integrasi mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika.

Article Details

How to Cite
PRIHATIN, Sukeipah Yuli. Analisis Bahan Ajar Cetak Tematik Integratif Menggunakan Metode PQ4R Sebagai Pola Alur Cerita Komik Edukasi. Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual, [S.l.], v. 3, n. 3, p. 199-204, july 2019. ISSN 2598-2877. Available at: <http://journal.unublitar.ac.id/pendidikan/index.php/Riset_Konseptual/article/view/129>. Date accessed: 25 aug. 2019. doi: https://doi.org/10.28926/riset_konseptual.v3i3.129.
Section
Science Education