Peningkatan Peran Pendamping Sebaya sebagai Upaya Menghindari Paham Radikalisme melalui Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

  • Agus Hermawan Universitas Nahdlatul Ulama Blitar
  • Redhitya Wempi Ansori Universitas Nahdlatul Ulama Blitar
  • Saptono Hadi Universitas Nahdlatul Ulama Blitar
  • Sri Utami Universitas Nahdlatul Ulama Blitar
Keywords: radikalisme, peran pendamping, organisasi mahasiswa

Abstract

Radikalisme secara etimologis berasal dari radix yang berarti akar.  Kalau konsep itu ditarik ke konsep yang sekarang ini dicuatkan sebagai sebuah konsepsi Radikalisme adalah suatu paham yang mengatur cara berpikir, kemudian diturunkan dalam cara bersikap dan berperilaku yang mengedepankan segala sesuatu itu secara mendalam sampai ke akar-akarnya. Tentunya, kalau ditinjau dari aspek pengertian secara bahasa kata radikal itu merupakan kata yang bermakna positif. Hal itu kalau diimplementasikan ke aspek keilmuan, seperti “Peneliti itu melakukan penelitian secara radikal” artinya sangat positif. Akan tetapi, istilah radikal atau radikalisme iu sekarang disandingkan dengan kata fundamentalis atau  konservatisme. Oleh sebab itu, maknanya bergeser menjadi berkonotasi negatif seperti sebuah tindakan yang menghendaki terjadinya perubahan sosial politik secara besar-besaran dan ekstrem.

Published
2019-12-30